Skip to main content

Posts

3 Hari_Part 3

3 Hari_Part 3 P.N.Z             “Tujuh lebih lima belas?” gumamnya seraya berdengus seraya kembali menutup kembali kedua matanya.             “TUJUH LIMA BELAS!!!!” teriaknya seraya terbangun dari tidurnya dan sadar akan kesalahannya pagi itu.             Bagaimana tidak? Zania Vabrigas. Ia belum mempersiapkan diri untuk berangkat ke kampus. Jangankan menyiapkan berkas apa saja yang akan di bawa. Mandi saja belum. Gila. Sungguh kegilaan pertama yang dilakukan oleh Zani. Seorang mahasiswa berprestasi bisa datang terlambat.             Tanpa berpikir panjang, Zani membasuh wajahnya. Mengambil cairan menthol yang hanya berfungsi menyegarkan mulutnya, tanpa membersihkannya terlebih dahulu. Kemudian, menyemprotnya toner di wajahnya, tanpa menggunakan krim UV atau j...
Recent posts

3 Hari_Part 2

3 Hari_Part 2 P.N.Z  “Ya Kak?” tanya Zani saat ia sadar di tengah konsentrasinya merangkai sketsa alur cerita yang hendak ia gunakan untuk mengikuti kompetisi dalam rangka 4ICU universitasnya. “Lagi ngapain Zan?” tanya Andre kepada Zani dari seberang sana. “Ini lagi nugas, Kak.” “Kakak ganggu, nggak Zan?” tanya Andre memastikan dengan nada ragunya. “Enggak sih, Kak. Santai aja. Emangnya kenapa, Kak?” “Gini, Zani mau nggak. Keluar malam ini? Mumpung sabtu malam minggu gitu, hehehe” jelasnya dengan kekehan ringannya. “Boleh sih Kak. Zani juga lagi suntuk Kak. Emang mau keluar kemana, Kak?” tanya Zani mulai fokus dengan pembicaraannya dan meletakkan bulpennya. “Zani biasanya nongkrong dimana, Dek?” tanya Andre berusaha menyesuaikan. “Zani nggak pernah nongkrong, Kak. Zani nurut aja. Kakak sendiri kalau nongkrong kemana?” tanya Zani. “Kakak biasanya kalau nongkrong di alun-alun kidul.” “Zani udah pernah ke alun-alun kidul, Kak. Intinya jangan ke Malioboro atau ...

3 Hari_Part 1

3 Hari_Part 1 P.N.Z “Zan! Hari ini lo ada acara nggak?” tanya Anggit dari seberang sana. “Enggak. Kenapa emangnya?” tanya Zani seraya memakan cemilan kentang yang ada di depannya. “Lo lagi nyemil sekarang?” tanya Anggit menebak. “Iya. Emang kenapa?” tanya Zani. “Nggak papa. Gue pengen ngajakin lo, maen. Kebetulan, Yogyakarta ada sekaten. Lo nggak pengen maen ke sana? Di sisi lain, gue juga ingat kalau lo pengen nyobain kopi jos khas Yogyakarta,” jelas Anggit panjang lebar. “Terus, intinya lo mau ngajakin gue maen gitu malam ini?” tanya Zani memastikan. “Hehehe, iya sih. Itupun kalau lo mau. Kalau enggak, ya gue berangkat sendirian.” “Jelas mau lah. Daripada gue suntuk di apartemen. Mending gue keluar sama lo,” jelasnya seraya beranjak dari tempat duduknya dan masuk ke dalam kamar untuk mempersiapkan dirinya.             Persetujuan telah dilakukan. Begitu juga dengan perkenalan itu. Zania Vabrigas. Nama yang ind...

Gelas Kaca

- Untukmu, yang datang bersama dengan doa. Suratan Tuhan untuk menjadi malaikatku. Yah.. kamu, yang telah hadir di dalam hidupku dalam dimensi waktu yang berbeda- P.N.Z Gelas Kaca P.N.Z Denyut nadi bedesir bersama aliran darah Saudara takdir yang selalu bersama dengan petunjuk arah Sama... Yah! Sama denganmu! Kamu! Yang kutunjuk, untuk menjadi pilihan hatiku Hati, yang telah sengaja menghentikan waktu Hati, yang sengaja menjaga rindu Hanya untuk kamu! Ya! Kamu yang kuinginkan untuk bersamaku Kamu, yang telah menjadi permata dan mutiara Ya! Kamu yang mengganggapku gelas kaca Bukan terdesak, bukan pula melesak Hanya saja, terus berdetak Saat tahu, betapa sabar dan ikhlasnya kamu menjaga tanpa retak Membersihkan dengan manja Hanya karena kau mencinta

Will be Socked_P.N.Z

Will be Socked             Pesta tergelar begitu megah. Alunan lagu yang beet mengawali suasana yang mengkhususkan untuk para pendatang tamu yang berhubungan dengan kedua mempelai. Semua pengunjung menikmati jamuan yang ada. Termasuk gadis itu. Rambutnya yang terurai panjang dengan gulungan di bawah dan warna hitam pekat. Mengkilau saat rambutnya bertemu dengan cahaya lampu gedung pernikahan itu.             Setelah jas pink berpadu dengan perangkat putih di tubuhnya, dan make-up yang natural, memperlihatkan betapa naturalnya ia. Matanya yang bulat seperti kelinci dengan warna bola mata yang hitam pekat seperti menggunakan berdouble lensa untuk menambah pekatnya warna itu. Namun, tidak saat ia kembali di definisi awal. Natural. Selain make-up dan matanya yang natural tanpa lensa, menunjukkan betapa tegasnya ia.          ...