Skip to main content

Posts

Showing posts from December, 2016

Border

Border Pratiwi Nur Zamzani “Masuk!,” kata Felly saat ia mendengar ada ketukan pintu. “Sibuk lo?,” tanya seseorang saat ia telah memasuki ruangan Felly. “Lo! Tumben ke sini? Ada apaan?,” tanya Felly dengan segera menutup beberapa buku dan meninggalkan meje kerjanya. “Emang gue nggak boleh ke sini?,” tanya orang itu. “Tch! Nggak usah sok sedih gitu lo! Hari ini nggak ada operasi?,” tanya Felly. “Ada sih, cuma nggak terlalu padat. Hanya menentukan jadwal operasi doang!,” kata orang itu. “Oh! Tapi, kalau boleh gue tahu, tumben lo ada di sini?! Nggak biasanya lo nemuin gue sampai ke kampus segala,” ucap Felly mengulangi pertanyaannya. “Nih!,” ucap Orang itu dengan menyerahkan benda yang seharusnya tidak berada di tangannya. Felly menatap benda itu. Undangan pernikahan. Sejenak, tenggorokannya tercekat. Hatinya terasa trenyuh dan jatuh saat ia mengetahui hal yang tak pernah ia inginkan sebelumnya. Sebuah nasib buruk, yang mungkin atau bahkan seluruh manusia di muka bumi tidak ak...

Phase

Phase Pratiwi Nur Zamzani Waktu yang tidak terkira dalam pandangan mata Rabun dan samar dalam cahaya yang terang Benderang dalam cita yang berawal dari sebuah perkenalan Untuk mengerti satu sama lain dengan niatan mamahami Teori dalam jebakan psikologi Melalui rantaian kata yang beradu dalam logika Sebuah ego yang terus bercampur hina dalam perbedaan waktu Tetap memandang dengan rasa yang semu Rasa yang tak bernyawa dalam sebuah tawa Renyah tanpa sadar dalam fase mamahami Kasih sayang yang butan dalam balutan cinta Terpendam dalam dada Jauh terpenjara dalam hati Terhenti dalam bungkapan kelopak merah Rona dalam senyuman bahagia tawa Sadari satu rasa hingga semuanya lenyap Senyap dan Sunyi dalam sendiri! Sejejak suara yang selalu merindu agar takdir berpihak! Bangil, 30 Desember 2016 Biografi Penulis P.N.Z adalah nama yang selalu tercantum dalam setiap karya gadis ini. Ia lebih akrab di panggil Pratiwi Nur Zamzani.Terkadang, banyak orang yang m...

Understand

Understand Pratiwi Nur Zamzani “Fel! Lo sekarang ada dimana?,” tanya Billy saat Felly hendak keluar dari mobilnya. “Kenapa emang?,” tanya Felly sebelum ia menjawab pertanyaan dari Billy. “Lo semalem nggak nginep di studio, kan?!,” tanya Billy. “Kenapa emang?,” tanya Felly sama dengan sebelumnya. “Di meja kenapa ada banyak alkohol? Lo semalem habis minum?,” tanya Billy. “Bram kali!,” kata Felly. “Bram dua hari yang lalu berangkat ke China. Kakeknya meninggal dan baru hari ini bakalan balik!,” kata Billy. “Hallo, hallo, Felly! Felly! Shit! Mati lagi!,” decah Billy kesal setelah ia mendapati panggilan terputus. Kebiasaan Felly mematikan telfon sepihak. Billy terdiam. Ia menatap suasana studio yang begitu kotor. Banyak kaleng alkohol dan juga cemilan ringan dan juga kacang serta kulit kuaci yang berserakan ada dimana-mana. Billy mengacak rambutnya. Hatinya bergumam bahwa pelakunya adalah band lain yang kemungkinan salah ruangan. Karena ruangan Pro Techno tidak pernah terkunci...

Manner

Manner Pratiwi Nur Zamzani Sebuah rahasia dalam peti rahasia Bungkam dalam semu buyar tak terlihat Rabun dalam buta dengan luka yang menganga Menguak dalam deburan api yang berkobar Gelora amarah untuk memisahkan Rasa yang terbalut dalam emosi Tuk memisahkan kisah cinta Rajutan inti hati dan buah hati Berkisah sama dalam relevansi yang sama Bertahan dalam deru angin sunyi senyap Tuk mempertahankan tahta kaisar berhati singa Liar yang terus memberontak dalam penjara Siksa hingga berakhir dalam belaian angin Senyuman yang menyapa singa liar untuk kembali Dalam pelukan rindu lembut dari inti hati Mengakhiri kisah dengan renkarnasi yang berbeda Perbedaan cara, kasa, dan asa! Bangil, 30 Desember 2016 Biografi Penulis P.N.Z adalah nama yang selalu tercantum dalam setiap karya gadis ini. Ia lebih akrab di panggil Pratiwi Nur Zamzani.Terkadang, banyak orang yang memanggilnya nama Felly. Karena, ia selalu menggunakan nama tersebut di setiap karyanya. ...

Water

Water Pratiwi Nur Zamzani Jernih berjatuhan Menyapu membasahi kobaran api Yang tengah menyembur Dalam luka yang menganga Kembali dalam masa yang sama Masa menyakitkan yang menguak luka Perih peristiwa itu 26 Desember 2011 Angka keramat yang paling teramat Tamat dalam hitungan detik Dan berakhir dalam nafas Kembali ternganga di tengah hujan Risaka* yang selalu mengingatkan luka Perih atas durias anugerah-Nya Terukir nan rajutan kisah dalam bentuk Cerita cinta yang berujung akhir Dalam luka! Kembali dalam luka! Yang ternganga! Bangil, 30 Desember 2016 Fote Note : ~ Risaka : Cuaca Biografi Penulis P.N.Z adalah nama yang selalu tercantum dalam setiap karya gadis ini. Ia lebih akrab di panggil Pratiwi Nur Zamzani.Terkadang, banyak orang yang memanggilnya nama Felly. Karena, ia selalu menggunakan nama tersebut di setiap karyanya. Ia lahir dengan kelahiran Pasuruan, 4 Juli 1999. Gadis ini telah menempuh pendidikan Menengah ke a...

Blind

Blind Pratiwi Nur Zamzani Sebuah rasa, kasa, dan asa Datang bersama bintang dan bulan Beriringan dengan mentari senja Bergulung ombak yang terhias semu Memburam dalam pekatnya angkasa Saksi 14 Juli 2010 Kisah asa bertemeng rasa Hal kosong dalam wujud cinta Terungkap dengan kelopak mata Terucap dalam rangkaian kata Hati tuk memiliki, mengerti dan memahami Tiga relevansi masa yang menggerutu dalam deretan hati Sebuah nama terururut angka tiga belas Bergeser dalam urutan pertama Cinta pertama yang tak menjadi penentuurutan pertama Dan cinta terakhir tak menjadi cinta yang terakhir Tapi, suratan hati yang menyatakan dan membuatmu, BUTA ! Bangil, 30 Desember 2016 Biografi Penulis P.N.Z adalah nama yang selalu tercantum dalam setiap karya gadis ini. Ia lebih akrab di panggil Pratiwi Nur Zamzani.Terkadang, banyak orang yang memanggilnya nama Felly. Karena, ia selalu menggunakan nama tersebut di setiap karyanya. Ia lahir dengan kelahiran Pasuruan, 4 ...

Sudut Dalam Antara

Sudut Dalam Antara Pratiwi Nur Zamzani Hujan terus mengguyur kawasan kota. Embun dan tetesan air, mengihiasi jendela ruangan itu. Yah.. sebuah ruangan yang telah menjadi sahabat bagi gadis berusia tujuh belas tahun. Remaja belia dengan karir yang gemilang. Ia selalu berkarir di atas panggung, di depan kamera, dan juga layar lebar. Felly Anggi Wiraatmaja. Gadis cantik dengan mata yang elok. Iris matanya, mengisahkan kisah ratu singa yang begitu kejam dalam memimpin. Sudut matanya, seperti mata elang yang begitu tajam. Bibir mungilnya, seperti Dewi Nirmala sang penguasa jagad raya. Kaum Adam adalah prajurit yang siap menjaga hatinya meski Felly sudah mampu menjaganya. Jauh di ruang hatinya yang gelap, ia ingin satu lentera yang bisa memberikan setitik cahaya untuknya. Dan... tibalah saat itu. “Felly! Ini lagu yang udah gue perbaiki bagian ini, sisanya dipegang sama Billy dan Riska,” jelas Bram yang memasuki ruangan kerja Felly dengan menyerahkan seberkas partitur musik untu...

Posisi Sepihak

Posisi Sepihak Pratiwi Nur Zamzani “Bil! Billy!,” panggil Riska saat melihat pandangan Billy berlari entah kemana. “Hmmmm?,” tanya Billy. “Lo kenapa? Galau?,” tanya Bram menebak. “Sotoy lo!,” jawab Billy dengan menghembuskan nafasnya santai. “Fel! Gue boleh nanya sesuatu nggak?,” tanya Billy membuyarkan konsentrasi Felly yang tengah memetik gitarnya. “Posisi sepihak itu apa?,” tanya Billy polos saat Felly mulai menatapnya. “Kenapa lo nanya gue?!,” tanya Felly heran. “Bram lebih pengalaman masalah cinta kali daripada Felly, Bil!,” ucap Riska mengingatkan. “Tahu nih! Lo nggak pernah lihat kemampuan gue takhlukin cewek-cewek?,” tanya Bram tak menyangka. “Bukannya gitu. Lo kan mana tahu artinya jatuh cinta yang sebenernya kek gimana? Maknanya cinta itu gimana? Dan cara menyikapinya itu gimana,” jelas Billy. “Lo lagi jatuh cinta sama orang?,” tanya Bram. “Iyalah! Masak sama kucing! Lo ada-ada aja sih?!,” jawab Billy. “Ya tembak aja kenapa susah? Lo nggak bisa bilangnya? ...

Menempa Dunia

Menempa Dunia Pratiwi Nur Zamzani Waktu terus berputar dalam detik dan menit. Waktu yang terus berputar bersama dengan udara, serta waktu yang berputar dengan masa dan peristiwa. Di tengah udara yang menusuk, di bawah pendaran cahaya bulan, Felly menulis melodi itu. Menghapus segala rasa yang terus mengusik hatinya dalam kedamaian dan kemarahan. Rasa yang menyatu dalam satu waktu dengan relevansi yang begitu lama. Jam dinding menunjukkan pukul tiga dini hari. Malam itu, Felly tidak kembali ke rumah, atau sekedar mampir ke apartement. Di pagi hari tadi, ia juga datang lebih awal daripada Billy, Riska dan Bram. Tidak biasanya Felly melakukan hal itu. Ia, kembali dalam posisinya. Singa liar yang selalu terpencara di dalam dirinya, hari itu keluar di waktu ia tidak bias keluar. Emosinya memuncak, hasratnya yang sudah tak mampu terbendung keluar seketika saat ia tak mampu mengendalikan seluruhnya. Yah... bagi Felly mengendalikan jadwal padatnya sebagai seorang gitaris, model, ...

Generasi P = K

Generasi P = K Pratiwi Nur Zamzani Malam yang dingin mencekam. Bersaksi sinar bulan yang temaram. Terpendar cahaya bintang yang bertarung dalam amukan suara alam. Desir angin berhembus. Menusuk nadi menusuk ulu. Seolah petir terus menyambar memisahkan pertarungan itu. “Wanita apa yang hanya bisa pulang malam? Apa iya, ia benar-benar melakukan tugasnya?,” tanya salah satu seseorang yang tengah berkumpul di depan teras rumah Pak RT. “Ahh... ya enggak lah, bu. Masak to sampai segitunya.” “Makanya itu. Jangan-jangan, dia memang nakal.” “Untung saja anakku tidak seperti itu.” Mereka terus bersahutan memperbincangkan seorang gadis remaja. Felly Anggi Wiraatmaja. Itulah namanya. Kembang desa yang tengah menjadi perbincangan busuk dari wajahnya yang cantik. Banyak yang tidak menyangka bahwa anak yang selalu dipuja oleh para pemuda menjadi wanita bejat setelah ia masuk SMA. “Assalamualaikum. Ma, Pa. Felly pulang,” seru Felly dengan suaranya yang terdengar lemas. “Kamu darimana...