Skip to main content

Pesona Alam Gua Cerme, Yogyakarta

Pesona Alam Gua Cerme, Yogyakarta
P.N.Z
Gua Cerme, Yogyakarta, Jateng. Gua kok di pakek Pesona Alam sih? Serem Tahu! Mungkin, sahabat Kontenindo akan berkata seperti itu karena belum tahu gimana indahnya Goa Cerme, sampai kami memberikan ulasan singkat mengenai Pesona Alam Gua Cerme. Namun, untuk kali ini penerangan khusus untuk sahabat Kontenindo akan merubah pandangan sahabat Kontenindo mengenai Gua Cerme yang menyeramkan, menjadi satu titik objek wisata yang ingin sahabat Kontenindi datangi. Why?! Because... Yuk! Ikutin kita terus untuk pembahasan singkat mengenai Gua Cerme.
Salah satu peninggalan sejarah yang dikenal pada tahun 1980-an. Pengenalan dengan nama ‘cerme’ yang memiliki arti pembicaran. Suatu hal yang menjadi tolak ukur, bahwa tempat ini adalah tempat peninggalan sejarah yang ada di Indonesia. Peninggalan, pada masa masuknya agama islam di pulau Jawa yang dipimpin oleh Walisongo.
Berdasarkan data yang didapat, Gua Cerme pada saat itu, digunakan oleh para Walisongo untuk berkumpul dan membicarakan mengenai penyebaran agama islam di jawa. Terutama Sunan Kalijaga. Beliau, menggunakan gua ini, untuk memberikan ceramah kepada para rakyat yang tinggal di kawasan sekitar Gue Cerme dengan style yang beliau gunakan dalam titik konteks menyatukan kebuadayaan dengan agama islam.
Bahkan, dengan adanya Gua Cerme ini, para Walisongo membicarakan mengenai pembangunan Masjid Demak, yang sekarang telah berdiri dan menjadi tempat ibadah oleh pemeluk agama islam. Sungguh indah bukan? Islam, lahir dengan persinggahan tempat Gua Cerme, di Yogyakarta. Kota yang penuh dengan cerita, dan juga sejarah yang menjadikan kota itu istimewa. Selain, beberapa tempat yang menakjubkan, budayanyapun turur diacungi jempol. Dengan kedua destinasi yang memberikan nilai plus, secara tidak langsung, Yogyakarya menjadi kota yang dapat meningkatakan devisa negara, karena menjaga luhurnya budaya dan peninggalan sejarah yang diwariskan di kota Yogyakarta.
Tempat ini, cocok untuk para mahasiswa fakultas sejarah yang tengah menuliskan beberapa makalah yang berkaitan dengan tempat-tempat peninggalan bersejarah yang masih dilestarikan oleh penduduk sekitar dengan merawatnya dan mengembangkannya menjadi otonomi daerah dengan penghasilan yang berbasiskan pariwisata. Selain mendapatkan ilmu, juga menjadapat destinasi keindahannya loh sahabat Kontenindo. Apa sih Kak, keindahannya?
Gua Cerme memiliki banyak keindahan yang patut untuk diacungi jempol. Selain karena sejarah dan juga kebudayaan yang ada, Gua Cerme memiliki titik eksotis saat berhubungan dengan lekukan air sungai bawah tanah yang patut untuk ditelusuri. Gue Cerme, memiliki haluan panjang dengan ukuran vertikal dan horizontal dengan panjang 1,5 km.
Dimana, di dalamnya terdapat beberapa ruang atau tempat yang dikeramatkan, yang meliputi seperti panggung pertemuan, air zam zam, mustoko, air suci, watu kaji, pelungguhan / paseban, kahyangan, grojogan sewu, air penguripan, gamelan, batu gilang, lumbung padi, gedung sekakap, kraton, panggung, goa lawa dan watu gantung serta masih banyak lagi. Dan tidak sembarang para pengunjung atau wisatawan untuk menyentuh benda-benda atau pesona di sana.
Dalam petualangan menuju Gua Cerme, para pengunjung atau wisatawan harus menaiki tangga setinggi 759 m. Selain memiliki panjang 1,5 km dalam menempuh pintu keluar gua, Gua Cerme juga memiliki kedalaman air sekitar 1 sampai 1,5 meter. Dan pada saat penelusuran, ada beberapa tempat yang mengharuskan para pengunjung atau wisatawan, menyusuri lekuk sungai Gua Cerme dengan berjalan sambil jongkok. Sehingga, posisi air berada pada ukuran leher. Karena, ketinggian gua memiliki berbagai variasi. Mulai dari ketinggian 1 meter, hingga 20 meter.
Semakin masuk, para pengunjung akan disugukan keindahan Gua Cerme atau titik destinasinya. Yaitu, air terjun yang ada di dalamnya. Air terjun yang ada di sana akan mengalir deras pada saat musim penghujan tiba. Bahkan, air yang berasal dari Gua Cerme, juga dimanfaatkan oleh warga sekitar untuk pengairan, dengan menampung air terlebih dahulu. Mengingat, peninggalan yang dapat dimanfaatkan dan berhubungan erat dengan kepercayaan masyarakat sekitar mengenai sistem religi yang sudah diterapkan di sana dengan mayoritas pemeluk agama islam.
Hal itu akan menyulitkan pengunjung memang. Namun, semuanya akan terbayarkan saat para pengunjung dapat menikmati indahnya suasana sekitar dengan panorama yang sudah disuguhkan oleh Gua Cerme. Yaitu, Stalagtit dan Stalagmit yang saling menyatu dan berkaitan dengan lembut. Mulai dari sodastraw, flowstone, moonmilk, pilar hingga stalagtit berwarna putih cemerlang laksana kristal. Dari stalagtit dan stalagmit tersebut, para wisatawan dilarang menjamah demi menjaga kemurnian stalagtit dan stalaktit yang masih hidup.
Gimana? Masih belum minat untuk datang ke Gua Cerme? Indah banget loh, udah dapet ilmu. Eh, sekalian berpetualang bersama stalagtit dan stalagmit yang menemani. Enak kan? Jalannya bareng-bareng pula. Lebih terasa kebersamaannya, daripada bakar-bakar jagung? :D
Gua Cerme memiliki tanah yang dapat didirikan tenda oleh para pengunjung yang ingin menginap di sana. Sambil menunggu saat dimana dapat menelusuri lekuk air ddan juga detinasi keindahan di dalam gua cerme, para pengunjung dapat melihat indahnya kabut yang melingkupi gagahnya gunung yang terlihat dari kejauhan.
Sebelum memasuki Gua Cerme, para pengunjung dapat mempersiapkan diri dengan memakai baju yang ringan. Hindari memakai jeans atau bahan pakaian yang berat apabila menyerap air. Karena, itu akan mempersulit gerak pada saat melawan arus sungai nantinya. Selain baju yang ringan, para pengunjung juga membutuhkan, sepatu boots, helm, dan juga senter sebagai penerang jalan.
Mengapa? Karena area yang akan digunakan untuk penelusuran, adalah area yang berlumpur. Selain itu, para pemandu wisata hanya memberikan batasan panduan sampai para pengunjung menemukan titik destinasi yang dicari. Yaitu, air terjun yang ada di dalam gua. Setelah itu, pemandu wisata akan kembali ke mulut gua. Nah, untuk para pengunjung yang berjiwa petualang, harus turur mencoba untuk menyusuri jalanan gua hingga ke pintu keluar gua. Disanalah senter akan digunakan. Karena, semakin masuk ke dalam, maka semakin slitnya cahaya matahari yang masuk.
Selain helm dan sepatu boots yang digunakan untuk melindungi kepala dari bentukan stalagtit atau stalagmit yang sudah mati, dan melindungi kaki dari benda-benda yang tajam, pakaian yang ringan dapat membantu para pengunjung untuk mengrangi masuk angin meskipun para pengunjung atau wisatawan sudah mengisi perutnya sebelum memasuki gua dan berandam di dalam air selama berjam-jam.
Perjalanan yang dapat ditempuh oleh para pengunjung atau wisatawan untuk keluar dari mulut gua berkisar sekitar 3-5 jam. Karena Goa Cerme berada dalam dua kabupaten. Pintu masuk atau yang biasa disebut mulut Goa Cerme berada di Dusun Srunggono, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul dan tembus hingga Ploso, Desa Giritirto, Kecamatan Panggang, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta yang merupakan pintu keluar Goa Cerme.
Para pengunjung atau wisatawan dapat datang dengan membawa kendaraan sendiri, dengan rute yang berjarak sekitar 22 km ke arah selatan Jogja. Jika membawa kendaraan pribadi sahabat Kontenindi bisa mengikuti rute Terminal Giwangan – Jalan Imogiri Timur – Imogiri – Selopamioro – Cerme. Mulai dari daerah Imogiri sudah ada petunjuk arah menuju gua. Sehingga, sahabat Kontenindo, cukup mengikuti arah tersebut. Selepas daerah Selopamioro jalanan akan menanjak, sehingga pastikan kendaraan yang digunakan dalam kondisi prima.
Dan, apabila para pengunjung memilih untuk menggunakan kendaraan umum. Maka, para pengunjung dapat menggunakan rute dari terminal Giwangan kemudian, naik angkutan umum rute Jogja – Imogiri – Cerme. Setelah itu sahabat Kontenindo harus melanjutkan dengan berjalan kaki atau naik ojek menuju kompleks Gua Cerme. Angkutan umum akan berhenti beroperasi pukul 14.00 WIB, jadi pastikan sahabat Kontenindo tidak tertinggal bus terakhir yang akan kembali ke Jogja.
Jadi kepengen nyoba nih, Kak Kontenindo. Tarifnya mahal nggak ya? Kan katanya tadi diolah sebagai tempat wisata. Otomatis sudah masuk pengolahan otonomi daerah yang sudah disetujui oleh masyarakat setempat. Pasti ada tarif yang ditarik untuk menikmati fasilitas yang diberikan. Oh, jadi masalahnya tarif? Tenang aja. Berikut ini, akan ada setitik ulasan mengenai tarif yang akan diberikan kepada pengunjung atau para wisatawan. Baik wisatawan lokal, maupun mancanegara.
Harga tiket masuk kawasan Gua Cerme: Rp 3.000 untuk hari-hari normal. Sedangkan, Rp 4.000 untuk tahun baru dan lebaran. Berbeda fasilitas, maka berbeda pula tiket yang harus dibeli. Untuk tiket caving/ menyusuri gua, pihak pariwisata memberikan tarif sebesar Rp 3.000 dan untuk Guide sebesar Rp 50.000 dengan syarat jumlah wisatawan di bawah 14 orang. Jika wisatawan yang ingin caving lebih dari 14, maka per orang akan dikenakan biaya tambahan Rp 10.000.Apabila para pengunjung lupa membawa helm dan senter, pihak pariwisata sudah menyediakan sewa helm dan senter dengan tarif sebesar Rp 10.000
Sebagai sedikit informasi untuk sahabat Kontenindo yang ingin mengunjungi Goa Cerme, Sebaiknya, bawalah pakaian lebih untuk berganti. Karena, wisata Goa Cerme, identik dengan wisata air. Sehingga, jangan heran apabila diharuskan membawa baju ganti dan meliputi peralatan lainnya yang dibutuhkan khusus oleh sahabat Kontenindo. Seperti obat-obatan khuss yang mengharuskan sahabat Kontenindo untuk mengkonsumsinya.
Kak Kontenindo, mau nanya nih? Kenapa sih harus ada Caving, Guide, dan lain-lain. Emangnya, itu semua beda arti ya kok sampai harus beda fasilitas? Iyalah. Itu semuanya beda. Oke deh, buat sahabat Kontenindo Kakak Kontenindo, akan memberikan penjelasan tambahan mengenai beberapa hal yang masih ingin diketahui oleh sahabat Kontenindo. Dalam penelusuran lekuk sungai bawah tanah dan juga titik destinasi Gue Cerme, para petualang memberikan beberapa istilah yang digunakan atau yang biasa digunakan sebagai bentk aktivitas yang biasa dilakukan oleh kebanyakan pengunjung atau wisatawan.
Caving dalam penelusuran wisata Goa, memiliki deskripsi tata cara aman untuk menikmati indahnya wisata Goa yang tengah dilakukan. Atau dalam artian lain, penelusuran goa dengan tata cara khusus yang disesuaikan dengan kondisi tempat wisata. Hal yang perlu dilakukan oleh para pengunjung atau wisatawan, atau juga sahabat Kontenindo yang ingin berkunjung dan memiliki status pengunjung atau wisatawan adalah saat berkegiatan di luar ruang.
Meskipun pemandu dan pengunjung lain banyak yang masuk gua tanpa memakai peralatan, sebaiknya sahabat Kontenindo menghindari atau bahkan jangan mengiikuti jejak mereka. Pakailah helm dan sepatu untuk melindungi diri dari benturan atau tusukan benda-benda tajam. Anggaplan bahwa para pengunjung yang tidak menggunakan helm atau sepatu adalah pengunjung yang sudah biasa dengan suasana Goa Cerme.
Bagi pengunjung atau sahabat Kontenindo yang ingin mengabadikan ornamen gua dalam bentuk gambar, bawalah dry bag untuk menyimpan kamera. Jangan lupa bawa lap khusus atau kanebo yang bisa digunakan untuk membungkus kamera yang bisa digunakan untuk membersihan body kamera dari percikan air dan lumpur. Pesan dari Kakak Kontenindo, alangkah baiknya apabila sebelum caving pastikan perut sudah terisi dengan semestinya. Tentunya, dengan gizi yang sesuai. Sebab aktivitas ini akan menguras energi. Lagipula perut yang terisi bisa mencegah  masuk angin akibat terlalu lama basah-basahan di dalam gua.
Saat caving melangkahlah dengan hati-hati karena permukaan gua tidak rata. Beberapa orang yang tergesa kerap jatuh ke lubang atau terantuk batu. Inilah kenapa, Kakak Kontenindo menjelaskan sebelumnya bahwa menggunakan sepatu boot adalah hal yang penting dan utama. Karena ornamen di Gua Cerme kondisinya masih hidup dan bagus, karena itu tidak disarankan untuk memegang ornamen gua secara sembarangan sebab bisa merusak. Sesuai dengan penjelasan Kakak Kontenindo sebelumnya. Pastikan juga sahabat Kontenindo tidak merokok dan membuang sampah di dalam gua. Karena dengan tindakan seperti itu, secara tidak langsung, sahabat Kontenindo membantu pelestarian wisata Gua Cerme.

Gimana? Masih belum yakin dengan wisata Gua Cerme? Selain sahabat Kontenindo mendapatkan ilmu pengenai kota cerita yang menyajikan peninggalan sejarah dan keindahan titik destinasi, Gosa Cerme juga menyediakan untuk para fotografer pemula yang ingin belajar untuk mengambil angle oranamen-ornamen yang ada di dala Goa Cerme. Di sana, tidak hanya para petualang sejati, para mahasiswa, pelajar, atau para fotografer. Melainkan, beberapa model juga menjadikan dirinya sebagai titik objeck pemotretan di sana. Mengapa Kak Kontenindo? Belum jelas? Okay, buat sahabat Kontenindo tersayang, Kakak bakalan jelasin keuntungan apa aja selain yang sudah Kakak Kontenindo jelaskan di atas.
Karena cahaya yang di dapat di sana dapat emurnikan nuansa dark dengans sedikit bantuan dari draplamp, hal ini dapat menjadikan indahnya nuansa dunia modelling yang emmberikan kesan misterius dengan nuansa dark tersebut. Basahan rambut sang model dan sedikit pakaian seksi yang dipakai, juga dapat menunjukkan beberapa angle yangd dapat melahirnya sebuah gambar dan menimbulkan deskripsi.
Dari deskripsi tersebut, dapat mengembang menjadi sebuah cerita dan mnambah imajinasi setiap orang yang melihatnya. Dari sini, dapat kita simpulkan berama, bahwa keindahan Gua Cerme, juga dapat bermanfaat untuk para penulis dalam mengembangkan imajinasinya. Namun, semuanya masih tergantung pada setiap individu memandangnya di sudut bagian mana.
Gimana? Keren, kan? Di sini, sahabat Kontenindo mendapatkan beberapa keuntungan sebagai alasan dasar untuk mengunjungi Goa Cerme. Salah satunya adalah bertemu dengan para model cantik, atau fotografer handal yang dapat menambah wawasan sahabat Kontenindo dalam beberapa segi selaian mempelajari tentang pendidikan sejarah Indonesia, nikmatnya suguhan destinasi Gua Cerme, dan serunya petualangan ekstream dengan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi. Yaitu, nuansa gelapnya Gua Cerme dan beberapa stalaktit atau stalagmit yang terlihat menyeramkan dan enggak untuk bersentuhan dengan tubuh kita.

Lalu, bagaimana dengan penginapan? Apakah di sekitar wisata Gua Cerme menyediakan penginapan? Jawabannya pasti iyalah. Semuanya komplit. Sahabat Kontenindo, tinggal pilih, hotel mana yang diminati. Karena, di sekitar wisata Gua Cerme, telah berjejeran hotel dengan berbagai tarif. Menyesuaikan fasilitas yang sesuai dengan selera sahabat Kontenindo, atau pengunjung yang hendak berlibur ke sana.  

Comments

Popular posts from this blog

1 Minggu

1 Minggu Pratiwi Nur Zamzani  “Selamat pagi semuanya,” sapa salah satu pemimpin redaksi yang ada di media cetak Airlangga “Pagi, Pak.“ “Ok, untuk rapat hari ini saya selaku pemimpin redaksi ingin salah satu dari kalian untuk meliput kasus seputar remaja yang ada di kawasan kota ini, apakah kalian sudah menemukan sebelumya?” “Saya sudah pak,” saut Arka. Lebih tepatnya, Arkana Aditya. Salah satu, wartawan di rapat itu. “Silahkan.“ “Jadi begini Pak, saat itu saya mendengar tetangga sebelah rumah sedang bergosip tentang remaja yang mengunggah foto bugil di Facebook, menurut saya itu bisa menjadi topik hangat sesuai dengan tema. Akan tetapi, saya harus menyelidiki tentang hal ini serta mencari tahu siapakah dia sebenarnya. Jadi, kemungkinan besar saya tidak masuk kantor untuk menyelinap di sekolah mereka sebagai guru ekstrakulikuler. Dengan begitu, saya lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang detail tanpa harus mengada-ngada demi menjaga kualitas maupun nama media cetak...

Percaya_P.N.Z

Percaya             Terdiam termangu. Merasakan hembusan nafas sang malam. Di bawah gelapnya cahaya untuk mencapai sebuah kesunyian. Mencoba untuk mencerna, meresapi, dan memahami sebuah rentetan kata yang terulas dalam bait ucapan. Bersama sebuah luka, dan bersama dengan sebuah kata. Apa adanya.             Terdengar dering ponsel yang bergetar di atas meja apartement gadis itu. Sastra Binara. Matanya yang menatap lurus dengan sekelabat bayangan yang berjalan beriringan, seketika berhenti menjalar. Brian Vasine Pramana. Nama itu lagi. Sejenak, Sastra hanya menatap layar ponselnya yang terus memanggil dirinya. Tanpa meraihnya, Sastra mengalihkan pandangannya. Ia justru memijat kepalanya yang terasa penat karena beban pikirannya.             Sastra menghembuskan nafas beratnya. Malam itu, adalah malam yang begitu men...

Saying Now!!!

Saying Now!!! Pratiwi Nur Zamzani  “Fel, lo kenapa?!,” tanya Riska saat melihat Felly memandang ke arah jendela studio dengan tatapan yang tak bisa Riska artikan. “Hmmm?,” jawab Felly tanpa menolehkan kepalanya. “Dia kenapa? Sakit?!,” tanya Bram dengan meletakkan belanjaan yang baru saja ia beli dari supermarket. “Sejak kapan, Felly bisa sakit? Kena santet dari mana lo, Fel?!,” tanya Billy dengan membuka kaleng minumannya. Felly terdiam tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh teman-temannya. Ia masih terdiam menatap tetesaan air hujan yang menghalangi pandangannya ke arah keluar. Hingga air terhenti dari tatapannya dan mengalihkana pandangannya ke arah gitar yang bersandar santai di tempatnya. “Lo mau kemana?,” tanya Bram menghalangi langkah Felly. “Sini kenapa, Fel?!,” pinta Billy dan Riska bersamaan dengan menarik kedua lengan Felly sampai Felly terduduk di antara mereka. Brampun ikut duduk di depan mereka bertiga. Membuka snack makanan yang sudah ia beli sebaga...