Skip to main content

Tips dan Cara Merawat Helm Custom

Tips dan Cara Merawat Helm Custom
Pratiwi Nur Zamzani
Perawatan, tidak harus hanya dilakukan untuk wajah agar terlihat bersih. Atau, cantik dan terhindar dari jerawat dan gangguan kulit lainnya. Tetapi, perawatan juga dibutuhkan untuk benda-benda tertentu yang membutuhkan perawatan. Terutama, benda yang menjadi kesayangan Anda. Untuk episode kali ini, kami akan membahas tentang tips dan cara merawat helm custom. Bagi Anda yang penyuka motoGP, kami yakin Anda tidak akan melewatkan aktivitas yang satu ini.
Dalam pembahasan tips dan cara merawat helm custom ini, kami menekankan pada jangka waktu penggunaan. Dimana, harapan kami memberikan ulasan di bawah ini melalui point-point penting yang perlu Anda lakukan. Karena dengan perawatan rutin, helm custom kesayangan Anda dapat digunakan untuk jangka waktu yang lebih lama. Karena, apabila ada beberapa bagian yang perlu diperbaiki, Anda segera mengetahui kerusahan itu tanpa menunggu kerusakan yang fatal. Sehingga, mengharuskan Anda untuk mengeluarkan budget yang tidak sedikit, hanya untuk memperbaiki helm custom kesayangan Anda.
Langsung saja, di bawah ini akan kami berikan sedikit ulasan singkat menyangkut tema di atas. Yaitu, tips dan cara merawat helm custom.
1.      Membersihkan Debu dan Kotoran
Untuk emmbersihkan debu dan kotoran yang menempel pada batok helm Anda, gunakanlah tissue untuk membersihkannya. Dan untuk bagian-bagian yang sulit dijangkau, Anda dapat menggunakan kuas dengan saput yang halus untuk menjangkau sebu-debu kotor itu. Terutama, bagian kaca yang selalu melindungi Anda dari pandangan rabun apabila hujan melanda, perlu dibersihkan hingga bersih. Anda, juga dapat menggunakan cairan-cairan kimira khusus yang aman digunakan untuk helm custom kesayangan Anda, tanpa membahayakan atau memberikan resiko kerusahan pada kaca helm Anda.

2.      Menjemur di Bawah Panasnya Matahari
Menjemur helm di bawah panasnya matahari sama halnya dengan membunuh kuman yang ada di dalam baju Anda saat Anda tengah menyetrika baju Anda. Selain membersihkan debu dan kotoran, helm Anda juga perlu dibunuh kumannya. Mungkin, Anda akan bertanya, darimanakah datangnya kuman itu? Keringat.

Pada saat kepala Anda berkeringat, secara otmatis kepala Anda akan berminyak dan. Dengan kondisi lembab seperti itulah yang akan menyebabkan ruang yang lembab dan memberikan peluang kepada kuman untuk tumbuh disekitar helm Anda. Selain membunuh kuman, menjemur helm di bawah teriknya matahari juga dapat menghilangkau bau apek karena keringat Anda.

Apabila Anda tidak memiliki waktu untuk menjemur helm Anda, Anda juga dapat menyemprotkan antiseptik yang digunakan khusus untuk perawatan helm. Selain baunya wangi, Anda juga terhindar dari gangguan kulit kepala. Seperti, ketombe, dan yang lainnya.

Penjemuran, dapat dilakukan maksimal selama 15 menit. Anda akan mendapatkan resiko apabila Anda menjemur helm Anda lebih dari 15 menit. Mengapa? Karena, bahan sponge yang ada di dalam helm Anda akan kehilangan elastisitas karena terlalu lama berada di bawah matahari. Sponge yang embuat kepala Anda seperti berada di atas bantal dan memberikan kenyamanan saat Anda berkendara. Bukannya mendapatkan keuntungan dari kebersihan, Anda justru akan mendapatkan kerugian dengan resiko tersebut. Oleh karena itu, usahakanlah untuk tepat waktu saat waktu penjemuran telah habis.


Demikianlah artikel yang bisa kami berikan mengenai tips dan cara merawat helm custom. Semoga, apa yang sudah kami jelaskan di atas untuk Anda semua, dapat bermanfaat untuk penerapan kehiudan sehari-hari. Selain itu, juga dapat mempermudah hal yang menjadi kendala Anda untuk melakukan pekerjaan tersebut. 

Comments

Popular posts from this blog

1 Minggu

1 Minggu Pratiwi Nur Zamzani  “Selamat pagi semuanya,” sapa salah satu pemimpin redaksi yang ada di media cetak Airlangga “Pagi, Pak.“ “Ok, untuk rapat hari ini saya selaku pemimpin redaksi ingin salah satu dari kalian untuk meliput kasus seputar remaja yang ada di kawasan kota ini, apakah kalian sudah menemukan sebelumya?” “Saya sudah pak,” saut Arka. Lebih tepatnya, Arkana Aditya. Salah satu, wartawan di rapat itu. “Silahkan.“ “Jadi begini Pak, saat itu saya mendengar tetangga sebelah rumah sedang bergosip tentang remaja yang mengunggah foto bugil di Facebook, menurut saya itu bisa menjadi topik hangat sesuai dengan tema. Akan tetapi, saya harus menyelidiki tentang hal ini serta mencari tahu siapakah dia sebenarnya. Jadi, kemungkinan besar saya tidak masuk kantor untuk menyelinap di sekolah mereka sebagai guru ekstrakulikuler. Dengan begitu, saya lebih mudah untuk mendapatkan informasi yang detail tanpa harus mengada-ngada demi menjaga kualitas maupun nama media cetak...

Percaya_P.N.Z

Percaya             Terdiam termangu. Merasakan hembusan nafas sang malam. Di bawah gelapnya cahaya untuk mencapai sebuah kesunyian. Mencoba untuk mencerna, meresapi, dan memahami sebuah rentetan kata yang terulas dalam bait ucapan. Bersama sebuah luka, dan bersama dengan sebuah kata. Apa adanya.             Terdengar dering ponsel yang bergetar di atas meja apartement gadis itu. Sastra Binara. Matanya yang menatap lurus dengan sekelabat bayangan yang berjalan beriringan, seketika berhenti menjalar. Brian Vasine Pramana. Nama itu lagi. Sejenak, Sastra hanya menatap layar ponselnya yang terus memanggil dirinya. Tanpa meraihnya, Sastra mengalihkan pandangannya. Ia justru memijat kepalanya yang terasa penat karena beban pikirannya.             Sastra menghembuskan nafas beratnya. Malam itu, adalah malam yang begitu men...

Saying Now!!!

Saying Now!!! Pratiwi Nur Zamzani  “Fel, lo kenapa?!,” tanya Riska saat melihat Felly memandang ke arah jendela studio dengan tatapan yang tak bisa Riska artikan. “Hmmm?,” jawab Felly tanpa menolehkan kepalanya. “Dia kenapa? Sakit?!,” tanya Bram dengan meletakkan belanjaan yang baru saja ia beli dari supermarket. “Sejak kapan, Felly bisa sakit? Kena santet dari mana lo, Fel?!,” tanya Billy dengan membuka kaleng minumannya. Felly terdiam tidak menjawab apa yang ditanyakan oleh teman-temannya. Ia masih terdiam menatap tetesaan air hujan yang menghalangi pandangannya ke arah keluar. Hingga air terhenti dari tatapannya dan mengalihkana pandangannya ke arah gitar yang bersandar santai di tempatnya. “Lo mau kemana?,” tanya Bram menghalangi langkah Felly. “Sini kenapa, Fel?!,” pinta Billy dan Riska bersamaan dengan menarik kedua lengan Felly sampai Felly terduduk di antara mereka. Brampun ikut duduk di depan mereka bertiga. Membuka snack makanan yang sudah ia beli sebaga...