Because Heart
Pratiwi Nur Zamzani
“Felly! Lo mau kemana?,” tanya Bram saat melihat Felly beranjak dari tempat duduknya.
“Enggak kemana-mana. Gue cuman mau beli minum. Emangnya kenapa?”
“Enggak ada kok. Yaudah. Nitip, ya! Nih uangnya!,” kata Bram dengan menyerahkan uangnya.
Fellypun melangkahkan kakinya untuk pergi meninggalkan studio musik. Sedangkan Bram, Billy dan Riska masih ada di studio untuk melanjutkan latihan mereka. Mengingat, mereka masih menghabiskan waktu selama lima belas menit untuk latihan. Karena biasanya, mereka menghabiskan waktu selama tiga puluh menit. Itupun kalau Felly memberikan keringanan untuk mereka.
Mengenai gadis itu. Felly Anggi Wiraatmaja. Gadid dengan mata yang begitu taja menyeramkan. Suaranya yang begitu indah. Tubuhnya yang begitu menggiurkan. Dan, hatinya yang sulit di dapatkan. Mereka menyebutnya, ‘singa liar’.
“Lo yakin, Bram?!,” tanya Billy di tengah ia memainkan bazznya.
“Gue sih, masih ragu masalah itu. Tapi yang pasti, Felly di antriin sama cowok-cowok. Yang lebih hebohnya lagi nih dari anak-anak, empat cowok kece dengan bakat yang kece pula. Yah... setara lah sama martabatnya Felly.”
“Nah.. kalau begitu, kenapa nggak diterima salah satu?,” tanya Billy.
“Perasaan Bram tadi nggak bilang diterima deh, Bil?! Lagi PDKT!,” benah Riska.
“Iya-iya. Maaf.”
“Kalau gue sih, sukur aja kalau tuh anak mau deket sama cowok meski hasilnya ntar mayoritas nihil. Yah.. kalian tahu lah ya Felly itu kayak gimana orangnya. Gue selalu berdoa buat tuh anak. Di masih normal.”
“Emang lo pikir gue nggak normal?!!!!!,” bentak Felly tiba-tiba saat mendengar desusan tentang dirinya.
“Buset dah! Nih anak ngagetin aja dih, lu!,” kata Bram dengan beranjak dari duduknya secara seketika karena terkejut dengan kedatangan Felly yang tiba-tiba. Tidak hanya Bram saja. Melainkan, Billy dan Riska juga mengalami hal yang sama dengan Bram.
Merekapun duduk kembali saat Felly membuka makanannya. Bagi band Pr Techno, sebuah keistimewaan saat Felly memberikan waktu rekan-rekan bandnnya untuk makan atau sekedar minum sebentar. Biasanya, Felly selalu mengambil jam makan mereka untuk latihan, latihan, latihan dan latihan. Namun, semua itu, memang sebanding dengan kejuaraan yang sering Felly ambil disetiap event yang tergelar.
Dengan begitu, nama mereka sering terpampang di majalah mingguan remaja di kota itu. Tidak hanya itu saja, nama Pro Techno juga menyebar di majalah sekolah, mading sekolah dan juga sosial media lainnya. Ditambah lagi, saat Felly mendapatkan perhatian lebih dati empat cowok sekaligus.
Yaitu, Arkana Aditya dengan jabatan sebgaai pembalab, Leo Leonard sebagai anak band, Zikashi Miyaru sebagai chef, serta Rendy Mabuchi sebagai pelukis. Mereka semua, memiliki bakat yang setara dengan yang dimiliki Felly. Namun, rak ssatupun dari mereka yang mendapatkan perhatian lebih dari Felly sesuai dengan harapan Pro Techno.
“Fel, kenapa sih lo nggak mau punya cowok? Yah.. secara lah kita remaja. Gue ngerasa, lu nggak wajar tahu nggak kalau begini terus-terusan!,” gumam Bram dengan mengunyah roti coklatnya.
“Tahu lu! Lu bukan LGBT , kan?!,” tanya Riska meyakinkan.
“Udahlah! Kalian makan aja! Jangan nyerocos melulu kayak kereta!,” jawab Felly sewot.
Merekapun menuruti apa yang dikatakan oleh Felly. Di tengah tenangnya mereka makan, ponsel Felly berbunyi begitu nyaring. Sehingga, Fellypun keluar studio untuk mengangkat telfonnya.
“Kapan?”
“Sekarang.”
“Ok! Aku akan datang sepulu menit dari sekarang.”
“Siapa, Fel?!,” tanya Bram saat Felly kembali masuk ke studio.
“Orang lah!,” kata Felly dengan meraih ranselnya.
“Nah! Sekarang, lo mau kemana lagi?,” tanya Billy bingung.
“Gue ada acara dadakan. Gue pamit dulu, ya?! Sorry nggak bisa lama-lama.”
Bram, Billy dan Riska tak mampu menjawab. Mereka hanya menganggukkan kepalanya layaknya sebuah robot. Dari kejauhan, terlihat Felly begitu buru-buru . Hingga akhirnya, saat ia sampai di tempat ia terkejut dengan kejadian yang tak ia sangka. Darah.
“Arka!!!!,” teriak Felly saat melihat wajah kekasihnya penuh dengan darah.
Seketika Felly menangis berderu di arena balap. Ia tak menyadari sejak kapan air mata itu terjatuh. Selama perjalanan ke rumah sakit. Ia tak henti-hentinya menyebut nama Arka serta meneteskan air matanya.
“Felly ke sana?!,” tanya Leo.
“Yah.. Felly ke sana!,” jawab pengawal Leo.
“Rendy dan Zikashi ada di sana juga?”
“Iya. Mereka semua menunggu di Rumah Sakit.”
“Sial! Batalkan acaranya! Atau tunda selama beberapa menit.”
“Ok!,” kata pengawal Leo dengan membukakan pintu mobil untuknya.
Sesampainya di sana, Leo, Zikashi, dan Rendy heran dengan perlakuan Felly kepada Arka. Memang, mereka saling mencintai gadis yang sama. Bahkan, berulang kali Felly menolak mereka tetap bersih keras untuk maju. Namun, sampai sekarang mereka tidak mengetahui bahwa Felly telah memilih Arka sebagai kekasihnya.
Sejenak, mereka semua terus berfikir mengenai kejaidan itu. Tapi, segalanya terjawab saat seseorang menjawabnya dengan jelas. Alex. Alexandra Gracia. Sahabat Felly saat mereka masih ada di New York dengan satu jurusan yang sama. Sendratasik.
“Apa maksud semua ini?,” tanya Zikashi dengan nada kebingungan.
“Jawab Alex!,” kata Leo dengan nada yang mulai meninggi.
“Arka adalah kekasih Felly.”
“Apa?! Kekasih?!,” tanya Rendy tak menyangka.
“Iya. Mereka berdua adalah kekasih. Felly yang kalian inginkan adalah gadis keras kepala. Sekeras papun aku dan Pro Techno mengingatkan bahwa berbahayanya ia menjalin hubungan dengan pembalab adalah luka di hatinya serta ketakutan akan kepergian Arka untuk kedua kalinya.”
“jadi...,” kata Leo terputus.
“Ya! Mereka berdua telah saling mengenal sebelum kalian semua hadir di kehidupan Felly. Memang, perpisahan yang begitu menyakitkan tujuh tahun silan telah menghancurkan Felly. Tapi, hati Felly telah memutuskan untuk kembali dengan masa lalunya.”
“Bukankah Felly benci dengan sebuah masa lalu?,” tanya Zikashi.
“Bagi Felly, itu bukanlah mengulang masa lalu. Melainkan, memulai kembali masa dimana ia telah meninggalkan dan kehilangan masa itu. Menuliskan kembali kisah bar mereka tanpa menghapus memori cerita yang ada di lembaran hidup sebelumnya.”
“Tapi, bukankah Felly membenci Arka?!,” tanya Leo.
“Memang. Tapi, kebesaran benci itu telah mengubahnya menjadi cinta. Kalian pasti pernah mendengar bahwa benci bisa menjadi cinta. Dan, Felly telah mewujudkan itu semua.”
“Felly...,” ucap Rendy lirih dengan mata yang nanar.
“Apakah Arka sehebat itu hingga Felly lebih memilihnya? Tidak bisakah mata Felly menilai keserasian jabatan dengan miliknya?!!!,” tanya Leo dengan nada tinggi dan masih tidak terima dengan kenyataan bahwa Fellynya telah memilih laki-laki lain.
“Felly bukan melihatnya sebagai seorang pembalab. Melainkan, orang yang pernah mengajarkan Felly tentang indahnya cinta dan pahitnya cinta. Memang, awalnya Felly berpikir demikian. Tapi, saat hatinya terus mendobrak untuk memilih, hatinya memilih Arka. Felly merasa, ia benar-benar kehilangan hingga ia harus menangis setiap harinya karena menahan rindunya kepada Arka. Begitu juga sebaliknya.”
“Tapi Alex...,” kata Leo terputus saat Alex sengaja memutusnya.
“Leo! Zikashi! Dan, Rendy! Maaf jika sebelumnya Felly telah menyakiti kalian. Tapi setidaknya, mengertilah posisi Felly. Cintailah dia dengan menghargai keputusannya. Bukan memaksakan kehendak kalian masing-masing.”
Mereka bertiga hanya terdiam setelah mendengar ucapan Alex. Mereka tak mampu untuk memberontak saat Alex menatapnya dengan tatapan tajam. Bahkan, Leo yang mempnyai sifat arogan hanya bisa menatap Felly menangis tersedu di depan kaca kama operasi Arka.
“Kau memang gadis kuat, Felly!,” gumam Leo.
“Maafkan aku jika aku telah memaksamu!,” kata Rendy.
“Aku rasa, tidak seharusnya kita terus ada di sini. Felly masih bisa bersama dengan Alex. Bagaimana jika kita pergi saja?,” tanya Zikashi.
Tanpa mejawab, Leo dan Rendy membalikkan tubuhny. Kemudian, melangkahkan kakinya untuk menjauh dari ruangan rawat Arka. Sedangkan Alex, ia teus berjalan mendekat ke arah Felly. Memegang kedua pundaknya untuk memberikan kekuatan kepada Felly sahabatnya. Felly tak mampu membalasnya, ia hanya bisa menangis tersedu melihat kekasih yang benar-benar ia cintai mendapatkan perawatan dengan alat bantu medis.
Cinta. Jabatan. Mertabat. Mereka bertiga saling berkaitan jika memang sengaja dikaitkan. Namun, jabatan dan martabat akan hilang saat seseorang hanya memandang cinta. Sama seperti pepatah. Cinta itu buta. Yah.. memang benar. Cinta itu buta. Orang yang benar-benar mencintai akan kehilangan akalnya untuk menilai dan menimbang martabat dan jabatan yang sesuai dengannya.
Di dunia ini tidak ada yang gratis. Tapi cinta gratis. Itulah keistimewaannya. Cinta adalah hal mutlak yang ada di setiap diri manusia. Hal yang absolut sebagai anugerah dari Tuhan Yang Maha Esa. Wujud cinta, adalah perilaku. Yaitu, sebuah tindakan hanya untuk seseorang yang benar-benar mereka cintai.
Begitupula dengan pengorbanan. Tidak ada yang bisa didapat tanpa adanya usaha. Sebesar apapun usaha, apabila hati telah memutuskan maka itu akan menjadi sebuah pilihan. Karena kuputusan tetaplah keputusan. Berbeda dengan pilihan yang dapat berubah sesuai dengan keingin nafsu. Bukan berdasarkan dengan kata hati yang ters mendorongnya bertindak tanpa mereka sadari. Itulah keajaiban cinta. Karena hati, cinta dapat beerbicara.
BIOGRAFI
Nama saya Pratiwi Nur Zamzani. Dapat menghubungi melalui akun facebook saya yaitu Pratiwi Nur Zamzani ( Pakai kerudung putih ) , twiiter @nur_zamzani atau E-mail pratiwinurzamzani@yahoo.co.id. Dengan no Telepon 085-852-896-207. Dengan alamat, Jl. Rambutan, Pesanggrahan selatan, Bangil, Pasuruan. Prestasi yang pernah saya raih adalah juara 3 Mading, puisi dan cerpen pernah diterbitkan di majalah SPEKTRUM dan berbagai buku antologi. Antara lain adalah, Menjembut Ridhomu, Sapa malam teriak rindu, Dream Wings, dll.
Comments
Post a Comment